Selasa, 31 Juli 2012

BAKOL JAMU GENDONGAN

Awak Kesel Ati Mangkel
BANYOLAN SAUNTARA :

Mulih saka  mbecak sewengi awake Gareng koyok kebo dipecuti....
Loro kabeh sambate.....
Nyubo ngeleset ngaso nang ndukur bayang...
Tapi rasane isik ora kepenak...

"Cong...., arek-arek.... !!
Bapak pijetono le tole.....!!"
Bolak-balik cangkeme bengak-bengok nyeluki anake...
Karepe apene njaluk pijet...
Tapi nyatane......
Babar pisan...., siji-sijine "endogke" ora onok sing gelem moro (nyidak)...
Anak wolu sing pating "semlamber" doyanne mung sego lan badogkan thok...
Babar blas ora gelem cengunguk timbalane bapake...
Malah onok sing kerungu yen diceluk bapake pasang gaya budheg koyok Kaji Bolot (pelawak)....
Ora suwe...,  Kabeh padha  walik awak....
Siap ngegas lan  banter olehe mbleyer sikile keplayon nyingkrih...

Gareng mung isok plolang-plolong nang ndukure bayang...
Tolah-toleh ngiwa nengen ngenteni mbok menowo salah-sijine "endoge"  onok sing gelem moro...
Suwe olehe ngenteni..... 
Ambek masang kupinge "tingkat tinggi" 
Bar......, kupinge ora kerungu yen onok bocah nyedak utawa mangsuli timbalane...
Raihne Gareng mbrabak abang.....
Tangane bolak-balik nyekeli bangkek ane sing pegel iku...

"Dobol kabeh anak-anakku iki...
Bapake sambatan kesel njaluk pijet kok malah podho nyingkrih....!!
Awas lek wayahe sego mateng podho teko ngumpul...
Tak sawat sandal arek-arek iki engkok....!!
Titenone lek njaluk duwek nang Bapak...!!
Tak jejeki kabeh......!!"

Gareng isik wae ngecembeng koyok blumbang dicemplungi watu...
Atine medongkol puuool....
Gregeten ndelok anak-anake sing dadi arek brangasan....
Getem-getem ndelok anak sing  ora gelem dadi anak sing sholeh .....
Cekit-cekit atine...., anak wolu ora onok sing gelem bekti marang uwong tuwo...

"Percuma kowe cong...!!
Budal ngaji nang TPQ  yen mung olehe pethitha-pethithi...
Percuma kowe cong...!!
Budal nyantri wayah bengi yen mung olehe ora gelem bekti....!!"
Ngono iku gerundelane atine Gareng....
Ora suwe dumadakan kupinge kerungu suwarane "Yuk Lastri"...
Bakol jamu gendongan kesayangan...
Wonge lemu bunder koyok molen...

Sak-kal.... jekekal....
Gareng mencolot tekok bayang...
Raihne sing abang mau malih werno....
Berubah wajah koyok garangan...

Cangkeme sing mbesungut koyok tikus clurut...
Sak-kal ganti mengo njebabla.....
Ndodono untune sing sak gentheng-gentheng...
Atine sing mbrengkola dadi adem....
Ketekan bakol jamu rondo anak mung telu....

"Asyik.....!!
Yuk Lastri uwis teko ider jamu tekan kene....!!"
Gareng pringas-pringis ambek njupuk duwit sing disinggakno nang njero sempake (kancut) ...
"Ngombe jamu pegel linu...
Awak lemu isok turu.....!!"  (Pikire Gareng....rodhok bernafsu)

"Ngombe jamu sak gelas ambek isok nguya-ngguyu nggudo bakule...
Yuk Lastri sing bokonge semok.... awake lemu...
Mumpung bojo isik nggoreng tahu....
Jowal-jawil mesem nguyu....
Sopo weruh dewekne isok tak wayuh....!!
Hehehehehe.........!!"  (Gareng mulai teko niat wueleke)

"Yuk Lastri....!!
Monggo mampir meriki....
Kulo badeh tumbas jamu....!!"
(Celukan Gareng nang ngarepe lawang ambek awe-awe Yuk Lastri)

Dumadakan....
"Oh... walaaa....!! Sepuntene ingkang katha nggeh mas Gareng...!!
Jamu ipun sampun telas jare....
Wau sampun diborong kaleh tiang seberang lepen meriko...!!
Niki wae jamu gepyokan ingkang pungkasan"

Gareng mung isok kukur-kukur....
Nyungir kecut....
Opo sing dibayangno ora kelaksanan...
Atine sing adem sak-kal dadi neroko...
Nelongso....
Awak kesel ora sido oleh tombo....
Rasakno kowe yooo Reng.....!!
Kaciaaan dech Loe......!!

 INTERMESO :

Ciri khas jamu gendong adalah perempuan membawa bakul yang di dalamnya berisi botol jamu dengan cara digendong, sementara tangan kiri memegang ember untuk mencuci gelas setelah dipakai untuk minum jamu. Sejak masakecildulu sampai sekarang masih saja bisa ditemui penjual jamu gendong keluar masuk kampung. Bahkan di Jakarta setiap hari para perempuan penjual jamu gendong ini lalu-lalang di tengah keramaian kota atau di proyek-proyek bangunan tinggi.

Jamu gendong mempunyai sejarah yang cukup panjang di Indonesia, sebagai negara yang punya tumbuhan obat terlengkap nomor dua di dunia. Berabad-abad lalu, obat tradisional yang dibuat dari akar, daun, maupun umbi-umbian tumbuhan ini muncul pertama kali dalam tradisi keraton

di Jawa. Selanjutnya jamu juga diajarkan ke masyarakat dan dipasarkan dengan cara dipikul oleh laki-laki dan digendong oleh perempuan. Belakangan, jamu pikulan kalah pamor dibandingkan dengan jamu gendongan.

Seakan-akan menantang zaman, kebanyakan mereka tetap berkain jarit dan berkebaya dalam menjual jamunya. Jumlah mereka tidak sedikit, namun nasib tidak berubah banyak. Sementara di bagian lain kota Jakarta, ada juga bakul jamu kelas pengusaha yang tak perlu lagi lalu lalang di jalanan, tak perlu berkain dan berkebaya. Mereka kini hanya perlu menghitung untung dari tiap bungkus jamu yang dijualnya hingga ke luar negeri. Mengapa nasib Ngatiyem, si penjual jamu gendong sangat jauh berbeda dengan penjual jamu kelas pengusaha?
Anda masih suka mengkonsumsi jamu gendongan?

Sumber : http://masakecildulu.wordpress.com/2009/08/07/jamu-gendong/


Senin, 02 Juli 2012

MENAYUH KERIS


BUDOYO BONGSO :

Tentang Keris :
Keris merupakan sebuah senjata tajam yang terbuat dari paduan (alloy) logam pilihan jenis tertentu yang menyimpan sejuta nilai histories yang tinggi. Melihat sejarah Bangsa Indonesia bahwa keris terbukti mampu mengalahkan senjata api (senjata modern waktu itu). Ini merupakan satu bukti bahwa sebuah keris memiliki kekuatan yang tidak dapat diremehkan begitu saja. Kalau masih ada yang beranggapan bahwa senjata keris merupakan senjata masa lampau yang sangat lemah kekuatannya itu merupakan persepsi yang tidak benar.

Senjata tajam sekarang seperti pedang, tombak, pisau, golok, dan banyak lagi tidaklah sama dengan keris dalam hal kekuatan dan keampuhannya. Perbedaannya sangat jauh sekali, mulai dari komposisi kimia yang terkandung sampai dengan struktur mikro penyusunnya. Hal ini disebabkan karena pemilihan material, proses pembuatan dan perlakuan (heat treatment) yang jauh berbeda.

Penelitian tentang kekuatan sebuah keris sudah banyak dilakukan yang menunjukkan adanya keunikan dalam struktur mikro. Dan inilah yang ternyata menjadikan kekuatan sebuah keris sangat luar biasa. Kekuatan dari senjata tajam berupa keris ini adalah mampu menahan beban tekan yang tinggi, beban puntir yang tinggi, beban tekuk (bending) yang tinggi, beban momen yang tinggi. Dengan kata lain sebuah keris ternyata mampu untuk menahan dari semua jenis pembebanan.

Senjata tajam sekarang apakah ada yang sudah dapat memenuhi semua pembebanan tersebut diatas? Senjata tajam sekarang belum ada yang mampu membandingi atau melebihi kekuatan keris pusaka. Ini merupakan suatu pertanyaan besar mengapa senjata sekarang belum mampu menyamai atau bahkan melebihi kekuatan senjata keris.

Rahasianya terletak pada proses pembuatannya. Sebenarnya material dasar dari keris juga sangat menentukan kekuatan dari keris tersebut. Namun proses pembuatan juga sangat berpengaruh terhadap kekuatan sebuah keris bahkan lebih signifikan dari pada material dasarnya.

Pada beberapa penelitian yang sudah dilakukan menunjukkan hasil bahwa cara membuat keris menurut empu zaman dahulu yaitu dengan cara bahan baku pembuat keris dari bentuk batangan dipipihkan terlebih dahulu, lalu dilipat-lipat seperti halnya melipat selembar kertas. Semakin banyak menggunakann lipatan maka kekuatan sebuah keris akan semakin tinggi. Jadi semakin tinggi kekuatan sebuah keris berarti dibutuhkan lebih banyak lipatan.

Proses pembuatan lipatan sebanding dengan waktu (lama pembuatan). Semakin banyak lipatan otomatis akan memakan banyak waktu untuk mengerjakannya. Makanya pada zaman dahulu dalam pembuatan sebuah keris saja dapat memakan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun yang disesuaikan dengan kekuatan sebuah senjata keris yang ingin diciptakan.

Proses pembuatan sebuah keris secara garis besar adalah sebagai berikut: dari material dasar berupa logam dengan berbagai paduan seperti baja dan juga bahan meteor dipanasi sampai suhu austenisasi. Penentuan suhu austenisai ini sangat tergantung pada kandungan Carbon yang terdapat pada material dasar tersebut.

Setelah mencapai suhu austenisasi bahan keris dipipihkan dengan cara dipukul berkali-kali sampai permukaannya tipis dan datar. Lalu bahan tersebut dilipat menjadi dua bagian dan dipipihkan sampai tipis dan datar lagi dengan cara dipanaskan terlebih dahulu. Proses ini dilakukan berulang-ulang sebanyak mungkin tergantung seberapa kuat keris yang ingin diciptakan. Semakin banyak jumlah lipatan yang dilakukan maka kekuatan sebuah keris akan semakin baik.

Dengan menggunakan metode lipatan-lipatan tersebutlah yang ternyata menjadikan sebuah keris akan mampu menahan pembebanan dari semua jenis pembebanan yang tidak dimiliki oleh senjata tajam masa kini.


Mengetahui Daya Mistis Keris :

Ada tiga hal penting untuk mengetahui rahasia “mistis” sebuah keris, yakni Tangguh, Tayuh, dan Pasikutan.

1. Tangguh : digunakan untuk mengetahui waktu dibuatnya Keris itu.
2. Tayuh : digunakan untuk mendata daya yang dipancarkan Keris itu.
3. Pasikutan : meneliti finishing keserasian penggarapan Keris itu.

Dengan mengenali tiga unsur triguna pada sebuah bilah keris di atas, maka kita sudah “menguasai”, setidak-tidaknya Rahasia magic-nya bilahan Tosan Aji, khususnya Keris.

TANGGUH

Adalah suatu cara untuk mengetahui tangguh atau Kurun waktu dibuat­nya sebuah keris. Pertama2 kita harus mengetahui bahan yang digunakan untuk membuat keris tsb.
Bahan pembuat keris yang utama adalah "besi". Dan ada beberapa jenis besi yang khusus digunakan pada zaman-zaman tertentu. Setelah kita mengenali jenis besi, kemudian meneliti garap, kandungan baja, dan ragam pamornya. Barulah kita mengetahui siapa mpunya, rajanya, tahunnya, dan Jamannya.Bunyi Besi Warna dan Daya

Mendata Bunyi (Thinthingan)

Prosesnya seperti garputala atau seperti melaras nada gamelan.
Caranya dengan jari telunjuk dan ibu jari kiri menjepit sepertiga panjang bilahan keris. Ukiran atau pegangan keris dilepas. Dekatkan ketelinga kiri. Di-thinthing dengan memukulkan ujung jari telunjuk kanan. Maka akan terdengar bunyi dengung, thing, gong, ngong, atau gur. Kalau belum terdengar suara getaran, maka geser jemari yang memegang bilahan keris tadi. Keatas atau ke bawah, hingga dapat mengelurkan bunyi.

Cara kedua; dengan mengikatkan selembar benang pada ujung keris. Kemudian benang itu kita tempelkan pada telinga. Ganja kita sentuhkan pasa pinggir meja. maka akan terdengan suatu bunyi.Bila bunyi itu sebagai berikut:

Mendengung seperti lebah:
Uratnya seperti ombah lautan.
Besi Karangkijang.
Dayanya dingin dan sabat.

Gurrr .... :
Warnanya hijau metalik.
Besi pulosani dicampur Karinduaji.
Dayanya kewibawaan, dapat kaya, dan keriernya baik.

Ngongngng :
Warnanya ungu kebiru-biruan.
Besi mangangkang (betina)
Dayanya kalau dibawa pergi mudah dapat rejeki.

Gungng... bergetar panjang.
Warnanya biru.
Besi Walulin.
Dayanya; yang punya selalu sehat kuat, dalam bidang pertanian subur tanamannya, dihormati orang banyak, dan dapat berbuat tegas dalam menyelesaikan perkara.

Kungngng bersama panjang.
Warnanya hitam kehijau-hijauan.
Besi Katub.
Dayanya; cocok untuk pedagang, apa yang dikehendaki dapat tercapai, dan juga untuk keselamatan.

Nong gong berbareng dengan ting ngang - ngangng.
Warnanya putih.
Besi Kamboja.
Dayanya; berwibawa, disegani orang banyak, kariernya baik. Tetapi tidak boleh berbuat jahat, kalau melanggar mendapat celaka.

Mendengung bergema panjang.
Warnanya putih kemerahan.
Besi Ambal.
Dayanya; dapat menarik keris lain.

Dungng.
Warnanya biru bercahaya bening.
Besi Winduaji.
Dayanya; untuk keselamatan.

Jrungng panjang.
Warnanya biru kekuningan.
Besi Tumpang.
Dayanya; kewibawaan dan daya pesona.

Nong -ngong - ngong panjang.
Warnanya hitam pekat. Besi Werani jarang yang kuat)
Dayanya; dapat mencapai pangkat tinggi, kaya raya, dan sukses dalam kepemerintahan.

Nongng
Warnanya kuning kehijau-hijauan.
Besi Walangi.
Dayanya; lancar untuk mencari sandang pangan, juga untuk penghasihan, dan jangan untuk usaha simpan pinjam.

Berdengung.
Warnanya hitam nglumut (kehijauan).
Besi Terate.
Dayanya; dicintai oleh wanita, dan keselamatan.

Preng - bergetar panjang.

Warnanya putih kebiru-biruan. Besi Melelaruyun. Dayanya;


Ilmu Menayuh Keris :

Ilmu Tayuh Keris adalah sejenis ilmu tradisional yang digunakan untuk menentukan apakah sebilah keris akan cocok dipakai atau dimiliki oleh seseorang, atau tidak. Ilmu ini terutama bermanfaat untuk meningkatkan kepekaan seseorang agar dia dapat menangkap kesan karakter sebilah keris dan menyesuaikan dengan kesan karakter dari calon pemiliknya.

Contohnya, keris yang menampilkan karakter keras, galak, tidak baik dipakai oleh seorang yang sifatnya keras dan kasar. Untuk orang semacam itu sebaiknya dipilihkan keris yang karakternya lembut, dingin. 

Cara Me-nayuh
Ada berbagai cara untuk me-nayuh sebilah keris atau tombak. Di Pulau Jawa dan dibeberapa daerah lainnya, yang terbanyak adalah dengan cara meletakkan keris atau tombak itu di bawah bantal, atau langsung dibawah tengkuk, sebelum tidur. Agar aman, keris atau tombak itu lebih dahulu diikat dengan sehelai kain dengan sarungnya. Dengan cara ini si Pemilik atau orang yang me-nayuh itu berharap dapat bertemu dengan ‘isi’ keris dalam mimpinya. Namun cara ini tidak senantiasa berhasil. Kadang-kadang mimpi yang dinantikan tidak muncul, atau seandainya mimpi, sesudah bangun lupa akan isi mimpinya.

Jika malam pertama tidak berhasil biasanya akan diulangi pada malam berikutnya, dan seterusnya sampai mimpi yang diharapkan itu datang. Keris atau tombak itu dianggap cocok atau jodoh, bilamana pada saat ditayuh orang bermimpi bertemu dengan seorang bayi, anak, gadis, atau wanita, pemuda atau orang tua, yang menyatakan ingin ikut, ingin diangkat anak, atau ingin diperistri.

Bisa jadi, yang ditemui dalam mimpi termasuk juga makhluk yang menakutkan. Mimpi yang serupa itu ditafsirkan sebagai isyarat dari ‘isi’ keris yang cocok atau tidak cocok untuk dimiliki.

Bagi orang awan, cara me-nayuh lewat mimpi inilah yang sering dilakukan, juga sampai sekarang. Selain cara itu masih banyak lagi cara lainnya. Untuk dapat me-nayuh keris atau tosan aji lainnya, tidak harus lebih dulu menjadi seorang ahli. Orang awan pun bisa, asalkan tahu caranya.

Dalam masyarakat perkerisan juga dikenal apa yang disebut keris tayuhan, yaitu keris yang dalam pembuatannya lebih mementingkan soal tuah daripada keindahan garap, pemilihan bahan besi, dan pembuatan pamornya. Keris semacam itu biasanya mempunyai kesan wingit, angker, memancarkan perbawa, dan ada kalanya menakutkan.

Walaupun segi keindahan tidak dinomorsatukan, namun keris itu tetap indah karena pembuatnya adalah seorang empu. Padahal seorang empu, tentulah orang yang mempunyai kepekaan keindahan yang tinggi. Patut diketahui, keris-keris pusaka milik keraton, baik di Yogyakarta maupun di Surakarta, pada umumnya adalah jenis keris tayuhan. Dapur keris tayuhan, biasanya juga sederhana, biasanya juga sederhana, misalnya, Tilam Upih, Jalak Dinding, dan Mahesa Lajer.

Bukan jenis dapur keris yang mewah semacam Nagasasra, Naga Salira, Naga Kikik, atau Singa Barong. Selain itu, keris tayuhan umumnya berpamor tiban. Bukan pamor rekan. Di kalangan peminat dan pecinta keris, keris tayuhan bukan keris yang mudah diperlihatkan pada orang lain, apalagi dengan tujuan untuk dipamerkan. Keris tayuhan biasanya disimpan dalam kamar pribadi dan hanya dibawa keluar kamar jika akan dibersihkan atau diwarangi.

Sumber : geocities.com/javakerisKeris dan berbagai sumber