KUNJUNGAN KE :

Rabu, 01 Desember 2010

BASA PITUTUR JOWO


WOLAK-WALIK'E JAMAN :

Kanggo pengeling-eling supoyo ra ilang jawane...

Amenangi zaman edan =
Mengalami zaman edan/gila

Ewuh aya ing pambudi =
Serba sulit menentukan perilaku

Melu edan nora tahan =
Mau ikutan berbuat gila, tak sampai hati

Yen tan melu anglakoni =
Kalau tak ikutan

Boya keduman milik =
Tidak kebagian rejeki ( uang, harta)

Kaliren wekasanipun =
Jadinya kelaparan

Dilalah karsa Allah =
Sudah menjadi kehendak Tuhan

Begja-begajne kang lali, luwih begja kang eling lan waspada =
Seberapapun untung yang didapat oleh orang yang lagi lupa, masih lebih bahagia orang yang sadar dan waspada.


Melecehkan kebenaranseperti pada ungkapan ini :

Wong bener thenger-thenger,
Wong salah bungah-bungah,
Wong apik ditampik-tampik.

Artinya :

Orang benar jadi susah,
Orang salah malahan senang hidupnya,
Orang baik tidak diterima bahkan diusir.

Dhandhang diunekake kuntul, kuntul diunekake dhandhang =
Yang jahat dibilang baik, yang baik dikatakan jahat.

Sindiran kepada orang tak bermutu

Ada saja orang tak bermutu dizaman apapun, orang-orang yang berlagak sok pintar.
Contohe :

Kakehan gludhug kurang udan =
Kebanyakan guntur, hujannya sedikit. Artinya kebanyakan ngomong, yang benar sedikit.

Kegedhen endhas kurang uteg =
Kebesaran kepala, otaknya kurang.

Alihan gung =
Lagaknya kaya orang gedean, bodoh merasa pintar.

Merak kecancang =
Bergaya anggun bak burung merak.

Malang kadhak =
Berjalan gaya kesana kemari seperti itik.
Ini adalah gambaran orang yang mendem drajad, pangkat lan semat.
Orang yang mabuk kekuasaan, kedudukan, pangkat dan kekayaan materi.
Murang kara adalah orang yang berperilaku tidak baik seperti koruptor, manipulator, pemeras,yang menyalah gunakan kedudukan untuk mencari uang yang tidak halal.

Micakake wong melek =
Orang yang tidak malu atas perbuatannya yang tidak baik, dia anggap semua orang itu buta, tidak tahu akan perbuatannya yang tercela seperti menggerogoti uang negara, memeras dsb.
Mungal mungil adalah orang yang tak punya pendirian.

Ngalem legine gulo =
Memuji manisnya gula. Dengan menyanjung orang kaya/berpangkat mengharapkan diberi sesuatu.

Ngantuk nemu kethuk =
Ini gambaran orang malas, tanpa bekerja dapat rejeki.

Anjabung alus =
Menipu dengan cara halus.

Keplok ora tombok =
Orang yang mencela orang lain dan tidak membantu.

Ilang jarake, kari jaile =
Hilang sudah sifat baik, yang ada hanya iri dan dengki.

Ambondhan tanpo ratu =
Tidak menghormati tatanan/peraturan, ulahnya mengacau.

Ngalasake negoro.. =
Negara dianggap hutan, berbuat seenaknya sendiri.

Mampang mumpung =
Berbuat semaunya sendiri.

Alesus gumeter =
Sengaja menyebarkan berita yang mengacau.

Sawat ambalang kayu =
Dinegeri yang tatanannya baru sakit, ada saja peramal yang senangnya mengeluarkan ramalan-ramalan, meski kebanyakan ramalannya tidak benar.

Setan nggowo ting =
Setan yang berkeliaran membawa lentera, artinya ada orang yang berkeliaran kesana kesini untuk menghasut dan berbuat jahat.

Caca upa =
Berbuat jahat supaya terjadi permusuhan, lalu menyediakan racunnya – Raja wisuna.

Bahni maya pramana =
Melakukan kampanye busuk ( black campaign) sambil mencerca dan memaki lawannya.

Arep jamure, emoh watange =
Pemalas, maunya hidup enak ,tetapi tidak mau bekerja keras.

Gecul kumpul =
Kumpulan para penjahat.

Hadigang Munculnya para pemimpin yang merasa kuat.

Hadigung =
Merasa besar dan kuasa.

Hadiguna =
Merasa pandai.

Sementara itu , banyak anak buahnya, pejabat dibawahnya yang tindakannya tidak punya malu :
Rai gedheg.

Mereka suka memeras kawula yang kebanyakan juga hidup susah, sampai kawula tak punya apa-apa, diibaratkan seperti :

Pitik trondhol dibubuti =
-Ayam yang bulunya jarang, masih juga dibubuti bulunya hingga plonthos, habis semua bulunya.

Mugo -mugo kabeh mau minongko wawasan supoyo ora keblasuk anggone mlaku urip iki...
Matur nuwun..

Sumber Inspirasi:
http://www.wonosari.com