KUNJUNGAN KE :

Selasa, 02 Agustus 2011

Kisah Mustika Merah Delima Al-Karom

Kisah Mustika Merah Delima Al-Karom

KISAH MISTERI :

Hasil Blog Walking di dunia Antabarantah.....

Oleh: Idris Nawawi. TjA

Sungguh beruntung bagi siapapun yang kedapatan buah Al-Karom, sebab tiada bisa ditakar baginya kecuali buah ini terlahir dari alam Surga Majazi.

Dalam sejarah kewalian, buah Al-Karom kerap menjadi simbol dari keagungan derajat manusia. Sebab Allah SWT, sudah menge- Nash dalam Hadist Qudsi: “Sesungguhnya tidak kubutakan mata para hamba yang menjadi kekasih-Ku, kecuali mereka yang inkar”……… Hal semacam ini sebagai makna Muroqobah, Anta’budahu (memahaminya hamba terhadap Dzat yang menciptakan) sehingga secara makna luas, Allah SWT, menunjukkan keagungannya secara muthlak bagi mereka yang paham.

Sebagai salah satu biji yang menghias alam surga Majazi…… Sejak zaman para Wali dan shli khos lainnya, buah ini kerap dijadikan batu loncatan menuju alam ke Walian seperti alam Thurobi dan alamul Barri.

Konon dalam keluasan ilmu Dhaukiyatun nafsi (memahami keluasan ilmu Allah yang terlahir dari sifat hamba) dimana kita pernah bertemu secara yaqodhotan/ dohir, dengan nabiyulloh Hidir AS, maka baginya SAH untuk mendapatkan buah Al-Karom.

Bahkan,,,,,,dimana mereka pernah menginjakkan kakinya karena ijin Allah, masuk ke-alam kenikmatan Thurobi/ alamnya nabiyulloh Hidir AS, maka SAH baginya memetik salah satu buah Al-Karom, sebagai cindra mata dibawa pulang ke alam duniawi.

Seperti yang terjadi di zaman sekarang, kami pribadi telah menyaksikan secara langsung bentuk dari buah Al-Karom, atas ijin Allah, dari beberapa min Auliyaul Kamil, seperti Habib Syeikh Quthbul Ghois Syareatul Khotam, Habib Syeikh Quthbul Muthlak Imam Aly Makkatul Mukarromah, Habib Syeikh Qutbur Robbani Husen bin Yahya, Habib Syeikh Rijalulloh Abdal Nur Aly dan habib Syeikh Husen Al-Yamany (dari Yaman)

Mereka semua adalah hamba pilihan yang banyak mengkoleksi puluhan buah Al-Karom, dan dari mereka pula pemahamanku semakin luas, bahwa, tidak ada kemuskilan baginya dalam mengenal keagungan ilmu Allah.

Mungkin bagi pembaca akan selalu bertanya,,,,apakah ini semua benar atau hanya karangan penulis belaka……Yah dulu juga aku sependapat, yang intinya kurang percaya dengan hal semacam ini. Sebab kedangkalan akalku kala itu tidak sampai menggapai apa yang pernah dirasakan oleh mereka para hamba pilihan.

Namun pada tahun 2007, kami bersama santri Jam’ul Ijazah, atas ijin Syeikhina wamu-Robbi, atas hawatif yang diterimannya dari Kanjeng Syeikh Sanusi Pamijahan, 15 orang kala itu masuk dalam satu goa yang disebut dengan nama “Goa Gunung Mujarrob” berlokasikan di daerah Pamijahan Tasik Jawa Barat.

Disitu aku baru paham secuil dari kebesaran ilmu Allah yang ditunjukkan kepada kami. Goa yang tadinya gelap gulita menjadi terang benderang oleh cahaya yang bersinar terang saling memantul satu sama lainnya dari celah bebatuan bagian atap goa.

Dan setelah tugas yang di emban dari Mursyid sudah kami laksanakan, 15 orang yang kami bawa langsung bergerak maju hingga sampai ke ujung goa.

Disitulah aku baru paham, ternyata cahaya tadi berasal dari biji yang menempel pada sebuah dahan pohon. Dan secara iseng aku mengambil 4 buah yang langsung kumasukkan pada saku celana.

Sesampainya dirumah aku langsung menyerahkan apa yang menjadi tugas kami dihadapan Mursyid, dan tak lupa aku juga bertanya tentang buah yang memancarkan cahaya sewaktu berada di dalam goa Mujarrob.

Setelah kuperlihatkan padanya, beliau hanya tersenyum……..”Itu adalah buah Al-Karom, kamu telah masuk ke alam Thuroby, namun sayang hanya sampai di depan pintu semata, makanya buah Al-karom yang kamu dapat masih sangat muda dan belum bisa dijadikan wasilah sebagai syareat pegangan”.

Lalu beliau mengambil satu tepak kuningan “Ini ada 313 batu Al-Karom, yang sudah jadi, yang mana aku menjadikannya 3 sifat, khusus untuk ilmu kecerdasan (ladzuni) Derajat (duniawi) dan Multifungsi (serba guna)”.

Dan pada milad ke-5 kemarin, atas ijinnya, guruku memberikan partisipasinya dalam acara “Lelang Mustika” salah satu batu Al-Karom, “Semoga batu ini dimiliki oleh orang yang berhati ahli sodakoh” terangnya.

Kami hanya bisa mengucapkan selamat baginya yang telah mendapatkan batu dari alam surga Majazi, semoga menambah amal ibadah dan menjadikannya husnul khotimah.

Lewat kisah ini, bagi anda yang membutuhkan batu Al-Karom, dari Syeikhina wamu-Robbi, kami punya 8 biji, plus bonus minyak Cobra merah 10cc…….

Insya Allah, bila Mursyid mengijinkan, saya pribadi akan menuliskan satu artikel lain mengenai pohon delima, dimana guruku pernah bicara: “Semoga pohon ini akan bermanfaat untuk tujuan pembangunan pesantren kelak

Lalu apa yang menjadi istimewanya pohon delima ini?

Setiap berbuah, pasti di dalam buah delimanya terdapat biji batu Merah Delima, dan apabila berbuah kembali, maka akan selalu terdapat batu yang sama hingga terus menerus sampai pohon itu mati dengan sendirinya/ rusak kurang di urus.

Tapi mohon maaf saya tidak bisa menuliskannya sekarang apalagi sampai diperlihatkan pohonnya.

Pohon ini masih menjadi polemik kalangan atas, karena ada 2 orang yang sudah mengetahuinnya dan mereka saling berebut ingin memiliki dengan harga Milyaran rupiah.

Namun bagi Syeikh,,,,,,,suatu saat pasti ada yang membutuhkan dengan hati dan keihlasan serta materi yang bila digunakan untuk tujuan maslahat, mau menerimannya. Sebab ke dua orang ini hanya berambisi ke sifat duniawi semata tanpa melihat keagungan ilmu Allah……

Untuk yang berminat buah Al-Karom, ada kunci asma’nya pada kami.

Salam ta’dzim buat para sedulur, semoga segala pemahaman ilmu Allah, bisa menjadikan kita semua rendah diri dihadapan-Nya. “Robbana dzolamna anfusana waillam tagfir lana watarhamna lanakunanna minalm khosiriin”

Sumber Artikel

AUDIO PAGELARAN WAYANG KULIT BERSAMA KI NARTOSABDHO :

  1. Kresna Gugah
  2. Drupada Duta
  3. Karno Duta
  4. Kresna Duta
  5. Kresna Duta (Singo Barong)
  6. Abimanyu Gugur
  7. Suluhan Gatotkaca Gugur
  8. Karno Tanding
  9. Karno Tanding (Singo Barong)
  10. Salya Suyudana Gugur
  11. Parikesit Lahir
  12. Parikesit Grogol
  13. Pandadaran Siswa Sokalima
  14. Bale Golo-Golo
  15. Pandawa Dadu
  16. Pandawa Ngenger
  17. Babad Wanamarta
  18. Babad Wanamarta (Live)
  19. Wiratha Parwa
  20. Sesaji Rajasuya
  21. Pandawa Gubah
  22. Pandawa Boyong
  23. Pandawa Nugraha
  24. Pandawa Reco
  25. Pandawa Sapta
  26. Arjuna Wiwaha
  27. Permadi Boyong
  28. Abimanyu Krama
  29. Wisanggeni Krama (koleksi Santoso)
  30. Bima Bungkus
  31. Bima Suci
  32. Bimo Gugah
  33. Dewa Ruci
  34. Lahire Gatotkaca
  35. Gatotkaca Sungging
  36. Gatotkaca Nagih Janji
  37. Gatotkaca Wisuda (Singo Barong)
  38. Kalabendana Gugur
  39. Kalabendana Gugur (Live)
  40. Brajadenta mBalela
  41. Banuwati Janji
  42. Sayembara Menthang Langkap
  43. Alap-alap Setyaboma
  44. Kresna Kembang (Alap-alap Rukmini)
  45. Narayana Jumeneng Ratu
  46. Udawa Sayembara
  47. Kangsa Adu Jago
  48. Udawa Sayembara (koleksi Santoso)
  49. Gandamana Sayembara (koleksi Santoso)
  50. Suteja Takon Bapa
  51. Alap-alapan Larasati
  52. Pandu Gugur (Pamuksa)
  53. Sombo Juwing
  54. Narasoma
  55. Banjaran Bisma
  56. Banjaran Karna
  57. Banjaran Arjuna I
  58. Banjaran Arjuna II
  59. Bima Kelana Jaya (Banjaran Bima)
  60. Banjaran Druna
  61. Banjaran Bima (koleksi Santoso)
  62. Banjaran Gatotkaca (koleksi Santoso)
  63. Semar mbarang jantur
  64. Semar Kuning
  65. Semar Maneges
  66. Semar Lakon
  67. Sudamala
  68. Sudamala (lengkap)
  69. Bambang Partodewo
  70. Bambang Partodewo (Live)
  71. Bambang Sakri Kromo
  72. Sawitri (dan Satyawan)
  73. Krida Hasta (Live)
  74. Taman Maerokoco
  75. Mbangun Candi Sapto Renggo
  76. Arjunapati
  77. Kalimataya
  78. Prabu Dewa Amral
  79. Resi Manumanasa
  80. Begawan Tunggul Wulung
  81. Wahyu Srimakutharama
  82. Cokro Ningrat
  83. Wahyu Mandera Retna
  84. Sumantri Ngenger
  85. Anoman Obong
  86. Anoman Swargo
  87. Resi Mayangkara
  88. Rama Tundhung
  89. Rama Gandrung
  90. Rama Tambak
  91. Dasamuka Lair
  92. Sastra Jendrayuningrat (Alap-alap Sukesi)
  93. Kumbakarna Lena
  94. Kumbakarna Lena
  95. Dasamuka Lena
  96. Rama Nitis
  97. Goro-Gor0 1
  98. Goro-Goro 2
  99. WO – Goro-Goro
  100. WO – Petruk Kelangan Pethel

AUDIO PAGELARAN WAYANG OLEH KI WARSENO SLANK :

KOLEKSI PAGELARAN WAYANG ORANG :

  1. Wayang Orang Sriwedari – Petruk Wuyung
  2. Wayang Orang Sedyo Pandowo – Wisanggeni Lahir
  3. Wayang Orang – Lesmono Wuyung
  4. Wayang Orang – Gatotkaca Rebutan Kikis (Koleksi Mas Guntur)
  5. Wayang Orang – Srikandi Wuyung (Koleksi Mas Guntur)
  6. Wayang Orang Sriwedari – Semar mbarang Jantur
  7. Wayang Orang Studio RRI Surakarta – Mustakaweni
  8. Wayang Orang Sriwedari – Parta Krama
  9. WO Sekar Budaya Nusantara – Arjuna Kembar
  10. WO Sekar Budaya Nusantara -Babat Wanamarta
  11. WO Sekar Budaya Nusantara -Bale Sigala-gala
  12. WO Sekar Budaya Nusantara -Begawan Kilat Buwana
  13. WO Sekar Budaya Nusantara -Begawan Sabdawala
  14. WO Sekar Budaya Nusantara -Brajadenta mBalela
  15. WO Sekar Budaya Nusantara -Gareng Dadi Ratu
  16. WO Sekar Budaya Nusantara -Gathutkaca Lahir
  17. WO Sekar Budaya Nusantara -Harya Suman Cidra
  18. WO Sekar Budaya Nusantara -Jumenengan Prabu Rama Wijaya
  19. WO Sekar Budaya Nusantara -Kangsa Adu Jago
  20. WO Sekar Budaya Nusantara -Kartapiyaga Maling
  21. WO Sekar Budaya Nusantara -Pandawa Kurawa Lahir
  22. WO Sekar Budaya Nusantara -Pandawa Piningit
  23. WO Sekar Budaya Nusantara -Pandawa Tani
  24. WO Sekar Budaya Nusantara -Pandu Gugur
  25. WO Sekar Budaya Nusantara -Petruk Dadi Ratu
  26. WO Sekar Budaya Nusantara -Petruk Mantu
  27. WO Sekar Budaya Nusantara – Wahyu Makutharama
  28. WO Sekar Budaya Nusantara – Wahyu Cakraningrat
  29. WO Sekar Budaya Nusantara – Arjuna Wiwaha
  30. WO Sekar Budaya Nusantara – Rahwana Sang Angkara Murka (I dan II)
  31. WO Sekar BUdaya Nusantara – Punakawan Kemba
  32. WO Sekar Budaya Nusantara – Kresna Duta
  33. WO Sekar Budaya Nusantara – Kunthi Pilih
  34. WO Sekar Budaya Nusantara – Prasetya Dewabrata
  35. WO Sekar Budaya Nusantara – Sayembara Kasi
  36. WO Sekar Budaya Nusantara – Sekar Pudhak Tunjung Biru
  37. WO Sekar Budaya Nusantara – Semar Mantu
  38. WO Sekar Budaya Nusantara – Talirasa Rasatali
  39. WO Sekar Budaya Nusantara – Udawa Waris
  40. WO Sekar Budaya Nusantara – Wangsa Bharata
  41. WO Sekar Budaya Nusantara – Wisanggeni Takon Bapa
  42. WO Sekar Budaya Nusantara – Wisuda Satriatama

KETOPRAK JAWA