KUNJUNGAN KE :

Minggu, 03 April 2011

LAHIRNYA PARIKESIT


CERITA WAYANG SINGKAT :
Setelah bharata yudha, kerajaan trajutisna membuat geger. karena rajanya bomanarakasura sudah tewas oleh senjata chakra kresna ayahnya sendiri dalam sebuah peristiwa sebelum bharata yudha, maka kerajaan trajutisna dipimpin oleh maha patihnya sendiri.
maha patih ini mempunyai dua keinginan yang pertama adalah dia ingin memperistri dewi utari janda abimanyu. yang kedua dia ingin membelaskan dendam rajanya yang mati karena intrik gatotkaca, tentu ini menurut versi dia.
maka berangkatlah pasukan raksasa trajutisna ke wirata, untuk mengepung negeri itu dan melaksanakan perintah rajanya yaitu untuk menumpas pandawa dan merebut dewi utari janda abimanyu.
pasukan trajutisna dipulangkan oleh satria satria wirata, yang sebenarnya bermaksud untuk membuka jalan, dan mengamankan kepulangan pandawa ke hastinapura. seperti kita ketahui bahwa setelah duryodana tewas maka otomatis kurawa dinyatakan kalah dan negara hastina menjadi negara milik para pandawa.
setelah prajurit trajutisna dipulangkan. maka rombongan pandawa segera berangkat ke hastina. sampai di hastina permaisuri banowati di berikan tempat di taman kaputren kerajaan. dan puntadewa dinobatkan menjadi raja hastinapura, indraprasta dan hastina dijadikan satu.
dalam keadaan gembira ini parikesit lahir dari rahim utari istri mendiang abimanyu. sementara itu di hutan kurusetra kertomarmo satu satunya kurawa yang masih hidup sedang berjalan tak tentu arah, dan sampai suatu saat bertemu dengan aswatama anak resi dorna.
kertomarmo bercerita bahwa kurawa sudah habis, dan hastina kalah. aswatama bercerita bahwa setelah dia diusir dari hastina karena marahnya almarhum prabu salya, maka dia bertapa di hutan kuru setra. mereka berdua berjanji akan membalaskan kematian saudara mereka. aswatama dendam kepada drestajumna dan anak keturunan pancala, sementara kartomarmo dendam kepada banowati yang dianggapnya membocorkan rahasia kematian para pembesar hastinapura.
mereka berhasil menyusup ke keraton hastina, aswatama membunuh drestajumna, setyaki, srikandi dan larasati, serta putera putera pancala. ketika dia akan membunuh parikesit, bayi kecil itu menjejakan kakinya ke panah pasopati yang ada di kakinya. dan paospati melesat menusuk mata aswatama. dan gegerlah kerajaan hastina yang terlelap.
aswatama mengamuk dan membunuh banyak perwira kerajaan, termasuk diantaranya patih udawa, aswatama mengamuk menggunakan senjata cundo manik peninggalan ayahnya resi dorna.
arjuna mendengar ada keributan segera berniat untuk keluar, tapi dihalangi sumbadra yang cemburu karena tahu arjuna ada rasa dengan banowati. karena arjuna merasa gelisah dia cepat melompat dan menutup pintu berat dengan tenaganya tujuanya menghalangi subadra ikut denganya. tapi malang subadra tewas tercepit pintu raksasa itu. maka tewaslah dia menyusul srikandi dan larasati.
di keputren, banowati merasa kangen dengan arjuna. kebetulan amsuklah kartomarmo ke kaputren dan melemparkan senjatanya ke perut banowati, banowati tewas, sebelum tewas dari lukanya keluarlah seorang bayi hasil hubungan dengan arjuna bernama lesmanawati.
arjuna menangisi kejadian ini dan tambah menangis ketika kresna datang dan menyampaikan bahwa 3 istrinya tewas. kertomarmo dibunuh oleh werkudoro, sementara aswatama berhasil lari ke hutan dan tewas disana karena luka lukanya.
pandawa merasa sakit dan murung dengan korban yang banyak dipihaknya, ketika itu datang juga resi abiyasa dan prabu matsyapati di ruang paseban. kresna menyampaikan bahwa setiap yang hidup pasti mati dan berpisah. datanglah sekonyong konyong bhatara narada memberikan wangsit petunjuk dewata.
resi abiyasa, prabu matsyapati nakula dan sadewa diberikan sorga tundo songo. mendengar itu resi matsyapati, abiyasa, nakula dan sadewa segera menutup 9 lobang dalam semedi, dan moksa dengan jalan semakin menegil sampais ebutir emrica dan hilang, masuk ke sorga tundo songo.
sementara yudistira dan istrinya diberikan tugas mencari orang yang bisa memaparkan jimat kalimosodo. maka hari itu juga puntodewo berhenti jadi raja dan mulai berjalan tak tentu arah bersama istrinya mencari siapa yang bisa membabarkan jimat kalimosodo.
sementara itu pasukan trajutisna menyerang hastina, dan berhasil diusir oleh arjuna dan werkudoro, arjuna berhasil membunuh maha patih trajutisna, dan pasukan raksasa itu mundur.
Sumber : Click here