KUNJUNGAN KE :

Senin, 17 Oktober 2011

DEWA-DEWA PEWAYANGAN

  1. ANTABOGA, HYANG semasa muda bernama Nagasesa. Ia juga sering disebut dengan nama Hanantaboga, putra Antanaga dengan Dewi Wasu, putri Hyang Anantaswara, dan merupakan keturunan ke empat Sanghyang Wenang dengan Dewi Sayati.
  2. SANGHYANG ASMARA adalah Dewa Kasih Sayang yang diberi tugas untuk mendamaikan suami-istri yang menghadapi hidup jauh dari kebahagiaan, sehingga menjadi suatu pasangan yang penuh dengan cinta kasih, kesetiaan dan ketentraman hidup penuh bahagia.
  3. BATHARA ASWAN dan BATHARA ASWIN adalah dewa kembar, putra dari Bathara Sumeru, yang berarti masih keturunan Sanghjyang Taya, adik Sanghyang Wenang.
  4. Aswin, Batara oleh sebagian dalang dianggap kembaran Batara Aswan. Sebagian lagi menganggap Batara Aswan dan Batara Aswin adalah satu tokoh yang menyatu dalam wujud Dewa Kembar. Mereka adalaj putra Batara Sumeru dengan Ibu Dewi Kurani.
  5. BARUNA, BATARA sering disebut pula dengan nama Batara Waruna. Ia masih keturunan Sanghyang Wenang dari garis keturunan Sanghyang Nioya. Batara Baruna bertempat tinggal di Kahyangan Dasar Samodra.
  6. BATHARA BASUKI dikenal pula dengan nama Bathara Wasu. Ia adalah putra Bathara Wismanu, keturunan dari Sanghyang Taya, adik Sanghyang Wenang. Bathara Basuki adalah Dewa keselamatan yang berwujud ular putih.
  7. BAYU, BATARA disebut pula Hyang Pawaka ‘angin’. Dewa Bayu melambangkan kekuatan. Ia putra keempat Sanghyang Manikmaya,Raja Tribuana dengan Permaisuri Dewi Umayi.
  8. BRAHMA, BATARA Kesaktian : Dewa yang menguasai api
  9. Bremana adalah putera Betara Brama dan mempunyai saudara laki-laki bernama Bremani. Sesudah dewasa Bremana akan di kawinkan dengan putri Betara wisnu (Dewi Srihunon), tetapi Bremana menolak dan atas permintaanya putri ini dikawinkan dengan saudara mudanya (Bremani). Perkawinan terlaksana dan dari perkawinan itu lahirlah seorang putera yang bernama Parikenan.
  10. Bremana Bremmani, Lakon ini oleh sebagian dalang disebut Bramana-Bramani, termasuk lakon pakem, tetapi akhir-akhir ini tidak populer. Kisahnya mengenai perkawinan putra Batara Brama, yakni Bramana dan Bramani dengan Dewi Sri Unon, putri Batara Wisnu.
  11. Batara Cakra atau Cakradewa adalah putera Sang Hyang Manikmaya atau Batara Guru dengan Batari Parwati. Batara Cakra berkedudukan di Kahyangan Ujung Semeru.
  12. CALAKUTA, BATARA adalah dewa yang berkuasa atas segala serangga berbisa, menetap di kahyangan Wisabawana yang terletak di lereng Gunung Jamurdipa.
  13. Batara Candra adalah salah seorang putera Batara Ismaya dengan ibunya bernama Dewi Kanastren, sedangkan istrinya berjumlah 27 orang. Mereka itu kakak beradik putera Sang Hyang Daksa.
  14. Cingkara atau kadang-kadang disebut Cingkarabala adalah saudara kembar Balaupata.
  15. Balaupata dan Cingkarabala adalah raksasa kembar. Mereka anak raksasa Gopatama yang masih saudara Lembu Andini. Kedua raksasa ini ditugasi menjaga Kori Selamatangkep dan diangkat menjadi dewa.
  16. Batara Darma dikenal sebagai dewa yang bertugas menjaga tegaknya keadilan dan kebenaran dalam dunia pewayangan. Dewa inilah yang sebenarnya ayah biologis Puntadewa, atas izin Prabu Pandu Dewanata, istrinya yang bernama Dewi Kunti menerapkan ajian Adityarhedaya untuk mengundang para dewa. Dewa yang pertama dipanggil adalah Batara Darma ini.
  17. Dewa Ruci meminta Bima untuk masuk kedalam badannya, melalui telinga kirinya. Walaupun dewa ini sangat kecil, tetapi Bima dapat masuk ke dalam tubuh Dewa Ruci dan menemukan dirinya berada pada suatu dunia yang sangat mengagumkan, damai, dan indah, dimana ia merasa sangat nyaman dan karena itu Bima ingin tetap tinggal disana.
  18. BATHARA DEWASRANI adalah putra Sanghyang Manikmaya, raja Tribuana dengan Bathari Durga, wujud Dewi Umayi setelah terkena kutukan Sanghyang Manikmaya. Ia lahir di istana siluman, Setragandamayit.
  19. DRESNALA, DEWI adalah putri ke-10 Sang Hyang Brahma dengan permaisuri Dewi Raraswati. Ia mempunyai 13 saudara kandung diantaranya : Dewi Bramanistri yang dianugerahkan kepada Garuda Briawan/Suwarna/Aruni dan menurunkan golongan garuda, Dewi Bramaniyuta yang menikah dengan Batara Srinada/Prabu Basurata raja negri Wirata, Dewi Bremani yang menikah dengan Prabu Banjaranjali yang menurunkan raja-raja negara Alengka termasuk Prabu Dasamuka.
  20. Resi Druwasa adalah guru Dewi Kunti yang mengajarkan Ajian Adityarhedaya. Sebenarnya ilmu itu tidak boleh diajarkan pada gadis yang belum menikah, tetapi karena Dewi Kunti terus merengek, akhirnya Resi Druwasa mengajarkan ilmu itu dengan pesan agar jangan sekali-kali dicoba digunakan.
  21. BATARI DURGA, sebenarnya pada mulanya adalah istri Batara Guru. Yakni waktu ia masih berwajah cantik, dan masih bernama Dewi Uma atau Dewi Umayi. Suatu sore menjelang senja, Batara Guru dan Dewi Uma pergi menghibur diri menunggang Lembu Andini mengangkasa melihat-lihat pemandangan alam.
  22. Batara Dwapara adalah dewa berhati culas, iri dan dengki, sering memfitnah para dewa lainnya. Karena sifat-sifatnya yang buruk itu tidak juga berkurang, ia diusir dari kahyangan lalu dikutuk oleh Sang Hyang Tunggal untuk turun ke dunia guna melampiaskan sifat buruknya.
  23. GAGARMAYANG, BATARI adalah bidadari keturunan Sang Hyang Triyarta. Ia mempunyai saudara kembar bernama Batari Prabasini. Meskipun memiliki bentuk badan ceking, namun karena kecantikan dan daya sensualnya yang tinggi, Batari Gagarmayang oleh Sang Hyang Manikmaya ditetapkan sebagai salah stau dari 7 bidadari upacara di Suralaya.
  24. Batara Ganesa disebut juga Batara Ganapati atau Batara Gana, dianggap sebagai Dewa Pendidikan, Sastra,dan Penyebar Ilmu Pengetahuan. Ia adalah anak Batara Guru dari Dewi Umaranti, yang tinggal di kahyangan Glugutinatar.
  25. GANGGA, BATARI disebut juga Batari Ganggawati, Dewi Angga, Dewi Jahnawi, Dewi Jumpini. Dia adalah istri pertama Prabu Santanu, raja negri Astina. Sebenarnya dia adalah seorang bidadari yang terkena kutukan dewa sehingga harus menjalani hidup di dunia.
  26. GURU, BATARA atau juga disebut Sang Hyang Manikmaya adalah putra ketiga Sang Hyang Tunggal dengan Dewi Wirandi/Rekatawati, putri Prabu Yuyut/Resi Rekatama, Raja Samodralaya.
  27. INDRA, BATARA adalah dewa keindahan dan dewa prajurit yang memerintah dan mengepalai para hapsari atau bidadari di kahyangan kainderan. Dia adalah putra ketiga dari Sang Hyang Manikmaya dengan permaisuri Dewi Umayi.
  28. DEWI IRIMIRIN dikenal pula dengan nama Dewi Surendra (pedalangan Jawa), yang mempunyai arti “Seorang yang nafsu birahinya (semangat keseksualannya) amat besar.”Dewi Irimirin adalah salah seorang diantara bidadari upacara Suralaya yang terdiri dari tujuh orang, yaitu Dewi Supraba, Dewi Lenglengdanu, Dewi Irnimirin, Dewi Gagarmayang, Dewi Tunjungbiru, Dewi Warsiki dan Dewi Wilutama.
  29. SANGHYANG ISMAYA adalah putra kedua Sanghyang Tunggal dengan Dewi Wirandi/Rekatawati, putri Prabu Yuyut/Resi Rekatama, raja Samodralaya.
  30. BATHARA KALA adalah putra yang ke-enam/putra bungsu Sanghyang Manikmaya, raja Tribuana dengan Dewi Umayi. Ia satu – satunya yang berwujud raksasa dari ke-enam saudara kandungnya, karena ia tercipta dari “kama salah” Sanghyang Manikmaya yang jatuh ke dalam samodra dan menjelma menjadi bayi rakasasa.
  31. BATHARA KALAGUMARANG adalah putra Bathara Kalakeya, yang berarti cucu Bathari Durga/Dewi Pramuni dengan Bathara Kala, dari kahyangan Setragandamayit.
  32. KALARAHU adalah makhluk berwujud raksasa anak maharsi Kasyapa dengan Dewi Sinhika. Kalarahu mempunyai saudara tunggal ibu yaitu Sucandra, Candrahantri dan Candrapramardana.
  33. BATHARA KALAYUWANA adalah putra ke-tiga dari lima bersaudara putra Btahara Kala dengan Bathari Durga dari kahyangan Setragandamayit. Ke-empat saudaranya yang lain adalah Bathara Siwahjaya, Dewi Kalayuwati — menikah dengan Ditya Rudramurti mempunyai anak lelaki (berujud raksasa) yang diberi nama Wisnungkara, yang kemudian menurunkan para raja raksasa, diantaranya Arya Kunjarakresna yang berputra Prabu Yudakalakresna serta Arya Singamulangjaya, raja dan patih negara Dwarawati — , Bathara Kalagotama dan Bathara Kartinea.
  34. BATHARA KAMAJAYA mempunyai wajah sangat tampan. Ia merupakan makhluk yang berwajah paling tampan di Tribuana (jagad Mayapada, Madyapada dan Arcapada). Bersama isterinya, Dewi Ratih/Kamaratih, putri Bathara Soma, kedua suami-istri tersebur merupakan lambang kerukunan suami-istri di jagad raya. Mereka terkenal sangat rukun, tidak pernah berselisih, sangat setia satu sama lain dan cinta mencintai.
  35. DEWI RATIH atau Dewi Kamaratih, adalah putri Bathara Soma, putra Sanghyang Pancaresi yang berarti keturunan Sanghyang Wening, adik Sanghyang Wenang. Dewi Ratih menikah dengan Bathara Kamajaya, putra kesembilan Sanghyang Ismaya dengan Dewi Senggani. Ia bertempat tinggal di Kahyangan Cakrakembang.
  36. KANASTREN, DEWI disebut juga Dewi Kanastri atau Ganastri adalah istri dari Semar. Ia bersaudara dengan Dewi Kaniraras istri Begawan Manumayasa. Perkawinan mereka terjadi saat Semar masih bertempat tinggal di Desa Karang Dempel, yaitu pada saat semar pertama kali ke dunia untuk menjalankan tugas sebagai pemomong para kstaria utama.
  37. DEWI KANIRARAS atau Dewi Retnowati, adalah putri sulung Bathara Hira, putra Sanghyang Triyarta yang berarti keturunan Sanghyang Wening/ Darmayaka dengan Dewi Sikandi. Ibunya bernama Dewi Illawati, bidadari hasil pujaan Sanghyang Pancaresi.Dewi Kaniraras mempunyai adik kandung beranama Dewi Kanesti yang menjadi istri Smarasanta/Smara/Semar, putra Bathara Wungkuam, yang berarti cucu Sanghyang Ismaya dengan Dewi Senggani.
  38. BATHARA KUWERA adalah putra ketiga Sanghyang Ismaya dangan Dewi Senggani. Ia mempunyai sembilan orang saudara kandung masing-masing bernama; Bathara Wungkuam, Bathara Tambora, Bathara Wrahaspati, Bathara Siwah, Bathara Surya, Bathara Candra, Bathara Yama/Yamadipati, Bathra Kamajaya dan Dewi Darmanasti.
  39. DEWI LENGLENG MULAT Dikenal pula dengan nama Dewi Lengleng Mandanu (pedalangan Jawa), yang mempunyai arti ; “Seorang dengan paras muka yang demikian indahnya, hingga pasti akan menarik dan membelenggu tiap perhatian yang diarahkan kepadanya” Dewi Lengleng Mulat adalah salah seorang diantara bidadari upacara Suralaya yang terdiri dari tujuh orang, yaitu Dewi Supraba, Dewi Irimirin, Dewi Gagarmayang, Dewi Tunjungbiru, Dewi Warsiki dan Dewi Wilutama.
  40. SANGHYANG MAHADEWA adalah Dewa Keluhuran, kemuliaan dan kepahlawanan. Ia bersemayam di Kahyangan Argapura. Sanghyang Mahadewa adalah putra kedua Sanghyang Manikmaya, raja Tribuana dengan Dewi Umarakti/Umaranti. Ia mempunyai dua orang saudara kandung masing-masing bernama ; Sanghyang Cakra dan Sanghyang Asmara.
  41. Dewi Nagagini ialah puteri Sang Hyang Antaboga, seorang Dewa ular, yang bertahta di Saptapratala atau bumi lapis yang ke tujuh. la sebangsa bidadari.
  42. PRABU NAGARAJA adalah raja tatsaka/raja ular naga yang bersemayam di Sumur Jalatunda. Pemaisurinya bernama Dewi Tatsiki. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh dua orang putra masing-masing bernama Dewi Pratiwi dan Bambang Pratiwanggana.
  43. BAMBANG NAGATATMALA adalah putra kedua (bungsu) Sanghyang Anantaboga dari Kahyangan Saptapratala dengan Dewi Supreti. Ia mempunyai kakak kandung seorang perempuan bernama Dewi Nagagini yang menjadi istri Bima/Werkudara, salah satu dari lima satria Pandawa, putra Prabu Pandu, raja negara Astina dengan Dewi Kunti.
  44. NANDI atau Nanda merupakan nama lembu gumarang (lembu yang mempunyai dasar warna bulunya putih bertaburkan merah kuning keemasan). Dalam cerita pedalangan, Nandi dikenal pula dengan nama Nandini atau Handini. Nandi adalah anak raja jin bernama Prabu Patanam di negara Dahulagiri, sebelah timur laut Pegunungan Tengguru/Himalaya.
  45. SANGHAYANG NARADA dikenal pula dengan nama Sanghyang Kanwakaputra atau Sanghyang Kanekaputra. Ia adalah putra sulung dari empat bersaudara putra Sanghyang Caturkanaka dengan Dewi Laksmi, yang berarti cucu Sanghyang Wening, adik Sanghyang Wenang. Tiga saudara kandungnya masing-masing bernama ; Sanghyang Pitanjala, Dewi Tiksnawati dan Sanghyang Caturwarna.
  46. BATHARA PANYARIKAN adalah putra Sanghyang Parma, yang berarti cucu Sanghyang Taya, adik Sanghyang Wenang. Ia mempunyai saudara kandung bernama Bathara Darma yang dikenal sebagai dewa keadilan. Bathara Panyarikan mempunyai suatu keahlian yang tidak dimilki para dewa lainnya, yaitu tulisannya sangat bagus serta pandai menulis cepat.
  47. BATHARA PARIKENAN atau Bambang Parikenan adalah putra Bathara Brahmanaresi/Bremani (pedalangan jawa) dengan Dewi Srihuna/Srihunon, putri Sanghyang Wisnu dengan permaisuri Dewi Sripujayanti. Ia mempunyai dua orang saudara seibu lain ayah, putra Dewi Srihuna dengan Bathara Brahmanasadewa/Brahmanaraja, kakak kandung Bathara Brahmanaresi, masing-masing bernama ; Dewi Srini dan Dewi Satapi.
  48. DEWI PRABASINI adalah bidadari keturunan Sanghyang Triyarta. Ia mempunyai saudara kembar yang bernama Dewi Gagarmayang yang dipilih oleh Bathara Guru masuk dalam kelompok Bidadari Upacara Suralaya yang terdiri dari tujuih bidadari.
  49. Bathari Pretiwi iku dewa kang nguwasani bumi sap kapisan. Bumi sap kapisan kondhang sinebut Ekapratala. Eka ateges siji, pratala ateges bumi. Bathari Pretiwi putrane putri Sang Hyang Nagaraja, kang dumunung ing kayangan Jalatundha. Ibune asma Bathari Dewi.
  50. DEWI REKATAWATI dikenal pula dengan nama Dewi Rakti atau Dewi Wirandi. Ia adalah putri Prabu Yuyut/Resi Rekatama, berwujud ketam/yuyu, raja negara Samodralaya. Oleh Sanghyang Wenang, Dewi Rekatawati dinikahkan dengan Sanghyang Tunggal putra Sanghyang Wenang dengan Dewi Sahoti.
  51. SADANA, BATARA adalah putra kedua dari empat bersaudara putraPrabu Sri Mahapunggung, raja negara Medangkamulan denganDewi Danawati.
  52. SANGHYANG SAMBO atau Sambu adalah putra sulung Sanghyang Manikmaya, raja Tribuana dengan permaisuri pertama Dewi Umayi. Ia mempunyai lima orang saudara kandung masing-masing bernama ; Sanghyang Brahma, Sanghyang Indra, Sanghyang Bayu, Sanghyang Wisnu dan Bathara Kala. Sanghyang Sambo juga mempunyai tiga orang saudara seayah lain ibu, yaitu putra Dewi Umarakti, masing-masing bernama ; Sanghyang Cakra, Sanghyang Mahadewa dan Sanghyang Asmara.
  53. DEWI SRI atau Dewi Sulastri (pedalangan Jawa) adalah putri sulung Prabu Sri Mahapunggung, raja negara Medangkamulan dengan Dewi Danawati. Prabu Sri Mahapunggung adalah nama gelar Bathara Srigati, putra Sanghyang Wisnu dengan Dewi Sri Sekar/Sri Widowati yang turun ke Arcapada untuk menjaga kelestarian dunia. Dewi Sri mempunyai tiga orang adik kandung, yaitu ; Sadana, Wandu dan Oya.
  54. BATHARA SRIGATI adalah putra sulung Sanghyang Wisnu dengan permaisuri Dewi Srisekar/Dewi Sri Widowati. Ia mempunyai dua orang saudara kandung masing-masing bernama; Bathara Srinada yang turun ke Arcapada dan menjadi raja negara Wirata bergelar Prabu Basurata, dan Bathari Srinadi.
  55. DEWI SRIHUNA atau Dewi Srihunon adalah putri kesembilan Sanghyang Wisnu dengan permaisuri Dewi Sripujayanti. Ia mempunyai 12 saudara kandung, masing-masing bernama: Bathara Herumaya, Bathara Isawa, Bathara Bisawa, Bathara Isnawa. Bathara Isnapura — yang disabda menjadi raksasa dan berganti nama Ditya Rudramurti yang menurunkan Prabu Yudakalakresna, raja raksasa dari negara Dwarawati —, Bathara Madura, Bathara Madusena, Bathara Madusadana, Dewi Srtihuni, Bathara Pujarta, Bathara Parwanboja dan Bathara Hardanari.
  56. DEWI SRI WIDOWATI dikenal pula dengan nama Dewi Srisekar. Ia adalah permaisuri utama Sanghyang Wisnu. Dewi Sri Widowati berasal dari Cupu Linggamanik, sebagai hasil semedi Hyang Anantaboga dari kahyangan Saptapratala. Dari perkawinan tersebut, ia memperoleh tiga orang putra masing-msing bernama ; Bathara Srigati, Bathara Srinada dan Bathari Srinadi. Dewi Sri Widowati selain sangat cantik dan anggun juga memiliki kharisma yang tinggi sebagai wanita utama.
  57. DEWI SUPRABA adalah bidadari yang sangat terkenal karena kecantikannya. Ia masih keturunan Dewi Kanika, putri Sanghyang Taya, adik Sanghyang Wenang. Banyak titah Arcapada yang tergila-gila ingin memperistri Dewi Supraba. Dengan mengandalkan kesaktian, mereka nekad datang melamar ke Suralaya dengan pertaruhan nyawa.
  58. BATHARA SURYA adalah Dewa Matahari yang bertugas menerangi Arcapada, memberi perkembangan hidup dan kesehatan kepada semua makhluk yang terjadi disiang hari. Bathara Surya adalah putra keenam Sanghyang Ismaya dengan Dewi Senggani. Ia mempunyai sembilan orang saudara kandung, masing-masing bernama; Bathara Wungkuam, Bathara Tambora, Bathara Wrahaspati, Bathara Siwah, Bathara Kuwera, Bathara Candra, Bathara Yama/Yamadipati, Bathara Kamajaya dan Dewi Darmanasti.
  59. DEWI TARA adalah seorang hapsari/bidadari, putri sulung Bathara Indra penguasa kahyangan Kaindran (tempat tinggal para bidadari) dengan permaisuri Dewi Wiyati. Ia mempunyai enam saudara kandung, masing-masing bernama; Dewi Tari (menjadi istri Prabu Dasamuka), raja negara Alengka), Bathara Citrarata, Bathara Citragara, Bathara Jayantaka, Bathara Jayantara dan Bathara Harjunawangsa.
  60. DEWI TARI adalah seorang hapsari/bidadari, putri kedua Bathara Indra penguasa Kahyangan Kaindran (tempat tinggal para bidadari) dengan Dewi Wiyati. Ia mempunyai enam saudara kandung masing-masing bernama : Dewi Tara, Bathara Citrarata, Bathara Citragara, Bathara Jayantaka, Bathara Jayantara dan Bathara Harjunawangsa.
  61. BATHARA TEMBORO dikenal pula dengan nama Bathara Patuk. Ia merupakan putra kedua Bathara Ismaya dengan Dewi Senggani. Bathara Temboro mempunyai sembilan orang saudara kandung, masing-masing bernama : Bathara Wungkuam, Bathara Kuwera, Bathara Wrahaspati, Bathara Syiwah, Bathara Surya, Bathara Candra, Bathara Yama/Yamadipati, Bathara Kamajaya dan Dewi Darmastuti.
  62. TUNGGAL, SANGHYANG adalah putra sulung Sanghyang Wenang dengan Permaisuri Dewi Sahoti, putri Prabu Hari, RajaKeling negara Hindu. Ia lahir dalam wujud “akyan” (badan halus/jin) dan mempunyai empat saudara kandung masing-masing bernama Dewi Suyati, Batara Nioya, Batara Herumaya, dan Batara Senggana.
  63. DEWI TUNJUNGBIRU adalah salah seorang dari tujuh bidadari upacara Suralaya yang terdiri dari ; Dewi Supraba. Dewi Lenglengdanu, Dewi Irimirin, Dewi Gagarmayang, Dewi Wilutama, Dewi Warsiki dan Dewi Tunjungbiru sendiri.
  64. UMAYI, DEWI dikenal pula dengan nama Dewi Uma. Ia adalah putriUmaran, seorang hartawan di Merut. Ibunya bernama Dewi Nurweni, putri Prabu Nurangin, raja jin di Kalingga. Dewi Umayi mempunyai adik kandung bernama Dewi Umarakti/Umaranti, yang menjadi permaisuri kedua Sanghyang Manikmaya.
  65. WARSIKI mempunyai arti ; “Seorang yang amat unggul akan kecantikannya.” Karena itu Dewi Warsiki ditetapkan sebagai salah seorang dari tujuh bidadari upacara Suralaya yang selalu mengiringi Sanghyang Manikmaya dalam setiap upacara resmi kedewatan. Keenam bidadai lainnya adalah ; Dewi Supraba, Dewi Lenglengdanu, Dewi Irimirin, Dewi Gagarmayang, Dewi Tunjungbiru dan Dewi Wilutama.
  66. WENANG, Sang Hyang adalah putra Sang Hyang Nurasa dengan permaisuri Dewi Sarwati, putri Prabu Rawangin, raja jin di Pulau Darma. Sang hyang Wenang lahir berwujud sotan (suara yang samar-samar) bersama adik kembarnya yang bernama Sang Hayang Wening. Dalam pedalangan, Sang Hayang Wenang dikenal pula dengan nama Sang Hayang Jatiwisesa. Saudara kandung lainnya adalah Sang Hyang Taya atau Sang Hyang Pramanawisesa yang berwujud akyan (badan halus/jin).
  67. WILUTAMA adalah salah seorang dari tujuh bidadari upacara Suralaya yang terdiri dari : Dewi Supraba, Dewi Lenglengdanu, Dewi Gagarmayang, Dewi Tunjungbiru, Dewi Irimirin dan Dewi Warsiki. Karena kecerdasannya oleh Sanghyang Manikmaya, Dewi Wilutama ditetapkan sebagai kepala dari ketujuh bidadari upacara Suralaya tersebut.
  68. DEWI WINATA adalah putra Hyang Daksa. Ia mempunyai saudara kandung sebanyak 49 orang, dua belas orang diantaranya wanita. Diantara kedua belas saudara perempuannya yang dikenal dalam cerita pedalangan antara lain; Dewi Aditi (ibu Bathara Waruna), Dewi Muni (ibu dari Dewi Mumpuni, istri Bathara Yama yang kemudian menjadi istri Nagatatmala) dan Dewi Kadru.Dewi Winata beserta keduabelas saudara kandungnya menjadi istri Resi Kasyapa. Dari perkawinannya dengan Resi Kasyapa. Dewi Winata memperoleh dua orang putra berwujud burung garuda masing-masing bernama ; Garuda Aruna dan Garuda Aruni/Garuda Suwarna/Brihawan.
  69. Sang Hyang Wisnu seorang Dewa putra Hyang Guru. Halusnya menitis, menjelma pada raja-raja dan ksatria-ksatria. Hyang Wisnu pernah juga menjadi raja di muka bumi ini sebagai manusia biasa bertakhta di Purwacarita dengan gelar Sri Maharaja Budakresna.
  70. Wrahaspati, BATARA adalah putra keempat Sang Hyang Ismaya dengan Dewi Senggani, putri Sang Hyang Wening/Darmayaka. Dia mempunyai 9 orang saudara kandung yaitu Batara Wungkuam, Batara Tembora/Patuk, BataraKuwera, Batara Syiwah, Batara Surya, Batara Candra, BataraYamadipati, Batara Kamajaya dan Batari Darmayanti.Batara Wrahaspati sangat sakti dan berwatak penyabar sehingga dia menjadi guru para dewa.
  71. Betara Yamadipati seorang Dewa dan anak Semar. Dewa ini berkuasa memegang kunci neraka dan berkuasa pula mencabut nyawa manusia. Maka menjadilah kepercayaan orang dulu, bahwa kalau orang yang sedang sakit melihat kedatangan Hyang Yamadipati, si sakit itu sudah mendekati ajalnya. Readmore