KUNJUNGAN KE :

Senin, 02 Juli 2012

MENAYUH KERIS


BUDOYO BONGSO :

Tentang Keris :
Keris merupakan sebuah senjata tajam yang terbuat dari paduan (alloy) logam pilihan jenis tertentu yang menyimpan sejuta nilai histories yang tinggi. Melihat sejarah Bangsa Indonesia bahwa keris terbukti mampu mengalahkan senjata api (senjata modern waktu itu). Ini merupakan satu bukti bahwa sebuah keris memiliki kekuatan yang tidak dapat diremehkan begitu saja. Kalau masih ada yang beranggapan bahwa senjata keris merupakan senjata masa lampau yang sangat lemah kekuatannya itu merupakan persepsi yang tidak benar.


Senjata tajam sekarang seperti pedang, tombak, pisau, golok, dan banyak lagi tidaklah sama dengan keris dalam hal kekuatan dan keampuhannya. Perbedaannya sangat jauh sekali, mulai dari komposisi kimia yang terkandung sampai dengan struktur mikro penyusunnya. Hal ini disebabkan karena pemilihan material, proses pembuatan dan perlakuan (heat treatment) yang jauh berbeda.


Penelitian tentang kekuatan sebuah keris sudah banyak dilakukan yang menunjukkan adanya keunikan dalam struktur mikro. Dan inilah yang ternyata menjadikan kekuatan sebuah keris sangat luar biasa. Kekuatan dari senjata tajam berupa keris ini adalah mampu menahan beban tekan yang tinggi, beban puntir yang tinggi, beban tekuk (bending) yang tinggi, beban momen yang tinggi. Dengan kata lain sebuah keris ternyata mampu untuk menahan dari semua jenis pembebanan.


Senjata tajam sekarang apakah ada yang sudah dapat memenuhi semua pembebanan tersebut diatas? Senjata tajam sekarang belum ada yang mampu membandingi atau melebihi kekuatan keris pusaka. Ini merupakan suatu pertanyaan besar mengapa senjata sekarang belum mampu menyamai atau bahkan melebihi kekuatan senjata keris.


Rahasianya terletak pada proses pembuatannya. Sebenarnya material dasar dari keris juga sangat menentukan kekuatan dari keris tersebut. Namun proses pembuatan juga sangat berpengaruh terhadap kekuatan sebuah keris bahkan lebih signifikan dari pada material dasarnya.


Pada beberapa penelitian yang sudah dilakukan menunjukkan hasil bahwa cara membuat keris menurut empu zaman dahulu yaitu dengan cara bahan baku pembuat keris dari bentuk batangan dipipihkan terlebih dahulu, lalu dilipat-lipat seperti halnya melipat selembar kertas. Semakin banyak menggunakann lipatan maka kekuatan sebuah keris akan semakin tinggi. Jadi semakin tinggi kekuatan sebuah keris berarti dibutuhkan lebih banyak lipatan.


Proses pembuatan lipatan sebanding dengan waktu (lama pembuatan). Semakin banyak lipatan otomatis akan memakan banyak waktu untuk mengerjakannya. Makanya pada zaman dahulu dalam pembuatan sebuah keris saja dapat memakan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun yang disesuaikan dengan kekuatan sebuah senjata keris yang ingin diciptakan.


Proses pembuatan sebuah keris secara garis besar adalah sebagai berikut: dari material dasar berupa logam dengan berbagai paduan seperti baja dan juga bahan meteor dipanasi sampai suhu austenisasi. Penentuan suhu austenisai ini sangat tergantung pada kandungan Carbon yang terdapat pada material dasar tersebut.


Setelah mencapai suhu austenisasi bahan keris dipipihkan dengan cara dipukul berkali-kali sampai permukaannya tipis dan datar. Lalu bahan tersebut dilipat menjadi dua bagian dan dipipihkan sampai tipis dan datar lagi dengan cara dipanaskan terlebih dahulu. Proses ini dilakukan berulang-ulang sebanyak mungkin tergantung seberapa kuat keris yang ingin diciptakan. Semakin banyak jumlah lipatan yang dilakukan maka kekuatan sebuah keris akan semakin baik.


Dengan menggunakan metode lipatan-lipatan tersebutlah yang ternyata menjadikan sebuah keris akan mampu menahan pembebanan dari semua jenis pembebanan yang tidak dimiliki oleh senjata tajam masa kini.


Mengetahui Daya Mistis Keris :


Ada tiga hal penting untuk mengetahui rahasia “mistis” sebuah keris, yakni Tangguh, Tayuh, dan Pasikutan.


1. Tangguh : digunakan untuk mengetahui waktu dibuatnya Keris itu.
2. Tayuh : digunakan untuk mendata daya yang dipancarkan Keris itu.
3. Pasikutan : meneliti finishing keserasian penggarapan Keris itu.


Dengan mengenali tiga unsur triguna pada sebuah bilah keris di atas, maka kita sudah “menguasai”, setidak-tidaknya Rahasia magic-nya bilahan Tosan Aji, khususnya Keris.


TANGGUH


Adalah suatu cara untuk mengetahui tangguh atau Kurun waktu dibuat­nya sebuah keris. Pertama2 kita harus mengetahui bahan yang digunakan untuk membuat keris tsb.
Bahan pembuat keris yang utama adalah "besi". Dan ada beberapa jenis besi yang khusus digunakan pada zaman-zaman tertentu. Setelah kita mengenali jenis besi, kemudian meneliti garap, kandungan baja, dan ragam pamornya. Barulah kita mengetahui siapa mpunya, rajanya, tahunnya, dan Jamannya.Bunyi Besi Warna dan Daya


Mendata Bunyi (Thinthingan)


Prosesnya seperti garputala atau seperti melaras nada gamelan.
Caranya dengan jari telunjuk dan ibu jari kiri menjepit sepertiga panjang bilahan keris. Ukiran atau pegangan keris dilepas. Dekatkan ketelinga kiri. Di-thinthing dengan memukulkan ujung jari telunjuk kanan. Maka akan terdengar bunyi dengung, thing, gong, ngong, atau gur. Kalau belum terdengar suara getaran, maka geser jemari yang memegang bilahan keris tadi. Keatas atau ke bawah, hingga dapat mengelurkan bunyi.


Cara kedua; dengan mengikatkan selembar benang pada ujung keris. Kemudian benang itu kita tempelkan pada telinga. Ganja kita sentuhkan pasa pinggir meja. maka akan terdengan suatu bunyi.Bila bunyi itu sebagai berikut:


Mendengung seperti lebah:
Uratnya seperti ombah lautan.
Besi Karangkijang.
Dayanya dingin dan sabat.


Gurrr .... :
Warnanya hijau metalik.
Besi pulosani dicampur Karinduaji.
Dayanya kewibawaan, dapat kaya, dan keriernya baik.


Ngongngng :
Warnanya ungu kebiru-biruan.
Besi mangangkang (betina)
Dayanya kalau dibawa pergi mudah dapat rejeki.


Gungng... bergetar panjang.
Warnanya biru.
Besi Walulin.
Dayanya; yang punya selalu sehat kuat, dalam bidang pertanian subur tanamannya, dihormati orang banyak, dan dapat berbuat tegas dalam menyelesaikan perkara.


Kungngng bersama panjang.
Warnanya hitam kehijau-hijauan.
Besi Katub.
Dayanya; cocok untuk pedagang, apa yang dikehendaki dapat tercapai, dan juga untuk keselamatan.


Nong gong berbareng dengan ting ngang - ngangng.
Warnanya putih.
Besi Kamboja.
Dayanya; berwibawa, disegani orang banyak, kariernya baik. Tetapi tidak boleh berbuat jahat, kalau melanggar mendapat celaka.


Mendengung bergema panjang.
Warnanya putih kemerahan.
Besi Ambal.
Dayanya; dapat menarik keris lain.


Dungng.
Warnanya biru bercahaya bening.
Besi Winduaji.
Dayanya; untuk keselamatan.


Jrungng panjang.
Warnanya biru kekuningan.
Besi Tumpang.
Dayanya; kewibawaan dan daya pesona.


Nong -ngong - ngong panjang.
Warnanya hitam pekat. Besi Werani jarang yang kuat)
Dayanya; dapat mencapai pangkat tinggi, kaya raya, dan sukses dalam kepemerintahan.


Nongng
Warnanya kuning kehijau-hijauan.
Besi Walangi.
Dayanya; lancar untuk mencari sandang pangan, juga untuk penghasihan, dan jangan untuk usaha simpan pinjam.


Berdengung.
Warnanya hitam nglumut (kehijauan).
Besi Terate.
Dayanya; dicintai oleh wanita, dan keselamatan.


Preng - bergetar panjang.


Warnanya putih kebiru-biruan. Besi Melelaruyun. Dayanya;


Ilmu Menayuh Keris :

Ilmu Tayuh Keris adalah sejenis ilmu tradisional yang digunakan untuk menentukan apakah sebilah keris akan cocok dipakai atau dimiliki oleh seseorang, atau tidak. Ilmu ini terutama bermanfaat untuk meningkatkan kepekaan seseorang agar dia dapat menangkap kesan karakter sebilah keris dan menyesuaikan dengan kesan karakter dari calon pemiliknya.

Contohnya, keris yang menampilkan karakter keras, galak, tidak baik dipakai oleh seorang yang sifatnya keras dan kasar. Untuk orang semacam itu sebaiknya dipilihkan keris yang karakternya lembut, dingin. 

Cara Me-nayuh
Ada berbagai cara untuk me-nayuh sebilah keris atau tombak. Di Pulau Jawa dan dibeberapa daerah lainnya, yang terbanyak adalah dengan cara meletakkan keris atau tombak itu di bawah bantal, atau langsung dibawah tengkuk, sebelum tidur. Agar aman, keris atau tombak itu lebih dahulu diikat dengan sehelai kain dengan sarungnya. Dengan cara ini si Pemilik atau orang yang me-nayuh itu berharap dapat bertemu dengan ‘isi’ keris dalam mimpinya. Namun cara ini tidak senantiasa berhasil. Kadang-kadang mimpi yang dinantikan tidak muncul, atau seandainya mimpi, sesudah bangun lupa akan isi mimpinya.

Jika malam pertama tidak berhasil biasanya akan diulangi pada malam berikutnya, dan seterusnya sampai mimpi yang diharapkan itu datang. Keris atau tombak itu dianggap cocok atau jodoh, bilamana pada saat ditayuh orang bermimpi bertemu dengan seorang bayi, anak, gadis, atau wanita, pemuda atau orang tua, yang menyatakan ingin ikut, ingin diangkat anak, atau ingin diperistri.

Bisa jadi, yang ditemui dalam mimpi termasuk juga makhluk yang menakutkan. Mimpi yang serupa itu ditafsirkan sebagai isyarat dari ‘isi’ keris yang cocok atau tidak cocok untuk dimiliki.

Bagi orang awan, cara me-nayuh lewat mimpi inilah yang sering dilakukan, juga sampai sekarang. Selain cara itu masih banyak lagi cara lainnya. Untuk dapat me-nayuh keris atau tosan aji lainnya, tidak harus lebih dulu menjadi seorang ahli. Orang awan pun bisa, asalkan tahu caranya.

Dalam masyarakat perkerisan juga dikenal apa yang disebut keris tayuhan, yaitu keris yang dalam pembuatannya lebih mementingkan soal tuah daripada keindahan garap, pemilihan bahan besi, dan pembuatan pamornya. Keris semacam itu biasanya mempunyai kesan wingit, angker, memancarkan perbawa, dan ada kalanya menakutkan.

Walaupun segi keindahan tidak dinomorsatukan, namun keris itu tetap indah karena pembuatnya adalah seorang empu. Padahal seorang empu, tentulah orang yang mempunyai kepekaan keindahan yang tinggi. Patut diketahui, keris-keris pusaka milik keraton, baik di Yogyakarta maupun di Surakarta, pada umumnya adalah jenis keris tayuhan. Dapur keris tayuhan, biasanya juga sederhana, biasanya juga sederhana, misalnya, Tilam Upih, Jalak Dinding, dan Mahesa Lajer.

Bukan jenis dapur keris yang mewah semacam Nagasasra, Naga Salira, Naga Kikik, atau Singa Barong. Selain itu, keris tayuhan umumnya berpamor tiban. Bukan pamor rekan. Di kalangan peminat dan pecinta keris, keris tayuhan bukan keris yang mudah diperlihatkan pada orang lain, apalagi dengan tujuan untuk dipamerkan. Keris tayuhan biasanya disimpan dalam kamar pribadi dan hanya dibawa keluar kamar jika akan dibersihkan atau diwarangi.

Sumber : geocities.com/javakerisKeris dan berbagai sumber

AUDIO PAGELARAN WAYANG KULIT BERSAMA KI NARTOSABDHO :

  1. Kresna Gugah
  2. Drupada Duta
  3. Karno Duta
  4. Kresna Duta
  5. Kresna Duta (Singo Barong)
  6. Abimanyu Gugur
  7. Suluhan Gatotkaca Gugur
  8. Karno Tanding
  9. Karno Tanding (Singo Barong)
  10. Salya Suyudana Gugur
  11. Parikesit Lahir
  12. Parikesit Grogol
  13. Pandadaran Siswa Sokalima
  14. Bale Golo-Golo
  15. Pandawa Dadu
  16. Pandawa Ngenger
  17. Babad Wanamarta
  18. Babad Wanamarta (Live)
  19. Wiratha Parwa
  20. Sesaji Rajasuya
  21. Pandawa Gubah
  22. Pandawa Boyong
  23. Pandawa Nugraha
  24. Pandawa Reco
  25. Pandawa Sapta
  26. Arjuna Wiwaha
  27. Permadi Boyong
  28. Abimanyu Krama
  29. Wisanggeni Krama (koleksi Santoso)
  30. Bima Bungkus
  31. Bima Suci
  32. Bimo Gugah
  33. Dewa Ruci
  34. Lahire Gatotkaca
  35. Gatotkaca Sungging
  36. Gatotkaca Nagih Janji
  37. Gatotkaca Wisuda (Singo Barong)
  38. Kalabendana Gugur
  39. Kalabendana Gugur (Live)
  40. Brajadenta mBalela
  41. Banuwati Janji
  42. Sayembara Menthang Langkap
  43. Alap-alap Setyaboma
  44. Kresna Kembang (Alap-alap Rukmini)
  45. Narayana Jumeneng Ratu
  46. Udawa Sayembara
  47. Kangsa Adu Jago
  48. Udawa Sayembara (koleksi Santoso)
  49. Gandamana Sayembara (koleksi Santoso)
  50. Suteja Takon Bapa
  51. Alap-alapan Larasati
  52. Pandu Gugur (Pamuksa)
  53. Sombo Juwing
  54. Narasoma
  55. Banjaran Bisma
  56. Banjaran Karna
  57. Banjaran Arjuna I
  58. Banjaran Arjuna II
  59. Bima Kelana Jaya (Banjaran Bima)
  60. Banjaran Druna
  61. Banjaran Bima (koleksi Santoso)
  62. Banjaran Gatotkaca (koleksi Santoso)
  63. Semar mbarang jantur
  64. Semar Kuning
  65. Semar Maneges
  66. Semar Lakon
  67. Sudamala
  68. Sudamala (lengkap)
  69. Bambang Partodewo
  70. Bambang Partodewo (Live)
  71. Bambang Sakri Kromo
  72. Sawitri (dan Satyawan)
  73. Krida Hasta (Live)
  74. Taman Maerokoco
  75. Mbangun Candi Sapto Renggo
  76. Arjunapati
  77. Kalimataya
  78. Prabu Dewa Amral
  79. Resi Manumanasa
  80. Begawan Tunggul Wulung
  81. Wahyu Srimakutharama
  82. Cokro Ningrat
  83. Wahyu Mandera Retna
  84. Sumantri Ngenger
  85. Anoman Obong
  86. Anoman Swargo
  87. Resi Mayangkara
  88. Rama Tundhung
  89. Rama Gandrung
  90. Rama Tambak
  91. Dasamuka Lair
  92. Sastra Jendrayuningrat (Alap-alap Sukesi)
  93. Kumbakarna Lena
  94. Kumbakarna Lena
  95. Dasamuka Lena
  96. Rama Nitis
  97. Goro-Gor0 1
  98. Goro-Goro 2
  99. WO – Goro-Goro
  100. WO – Petruk Kelangan Pethel

AUDIO PAGELARAN WAYANG OLEH KI WARSENO SLANK :

KOLEKSI PAGELARAN WAYANG ORANG :

  1. Wayang Orang Sriwedari – Petruk Wuyung
  2. Wayang Orang Sedyo Pandowo – Wisanggeni Lahir
  3. Wayang Orang – Lesmono Wuyung
  4. Wayang Orang – Gatotkaca Rebutan Kikis (Koleksi Mas Guntur)
  5. Wayang Orang – Srikandi Wuyung (Koleksi Mas Guntur)
  6. Wayang Orang Sriwedari – Semar mbarang Jantur
  7. Wayang Orang Studio RRI Surakarta – Mustakaweni
  8. Wayang Orang Sriwedari – Parta Krama
  9. WO Sekar Budaya Nusantara – Arjuna Kembar
  10. WO Sekar Budaya Nusantara -Babat Wanamarta
  11. WO Sekar Budaya Nusantara -Bale Sigala-gala
  12. WO Sekar Budaya Nusantara -Begawan Kilat Buwana
  13. WO Sekar Budaya Nusantara -Begawan Sabdawala
  14. WO Sekar Budaya Nusantara -Brajadenta mBalela
  15. WO Sekar Budaya Nusantara -Gareng Dadi Ratu
  16. WO Sekar Budaya Nusantara -Gathutkaca Lahir
  17. WO Sekar Budaya Nusantara -Harya Suman Cidra
  18. WO Sekar Budaya Nusantara -Jumenengan Prabu Rama Wijaya
  19. WO Sekar Budaya Nusantara -Kangsa Adu Jago
  20. WO Sekar Budaya Nusantara -Kartapiyaga Maling
  21. WO Sekar Budaya Nusantara -Pandawa Kurawa Lahir
  22. WO Sekar Budaya Nusantara -Pandawa Piningit
  23. WO Sekar Budaya Nusantara -Pandawa Tani
  24. WO Sekar Budaya Nusantara -Pandu Gugur
  25. WO Sekar Budaya Nusantara -Petruk Dadi Ratu
  26. WO Sekar Budaya Nusantara -Petruk Mantu
  27. WO Sekar Budaya Nusantara – Wahyu Makutharama
  28. WO Sekar Budaya Nusantara – Wahyu Cakraningrat
  29. WO Sekar Budaya Nusantara – Arjuna Wiwaha
  30. WO Sekar Budaya Nusantara – Rahwana Sang Angkara Murka (I dan II)
  31. WO Sekar BUdaya Nusantara – Punakawan Kemba
  32. WO Sekar Budaya Nusantara – Kresna Duta
  33. WO Sekar Budaya Nusantara – Kunthi Pilih
  34. WO Sekar Budaya Nusantara – Prasetya Dewabrata
  35. WO Sekar Budaya Nusantara – Sayembara Kasi
  36. WO Sekar Budaya Nusantara – Sekar Pudhak Tunjung Biru
  37. WO Sekar Budaya Nusantara – Semar Mantu
  38. WO Sekar Budaya Nusantara – Talirasa Rasatali
  39. WO Sekar Budaya Nusantara – Udawa Waris
  40. WO Sekar Budaya Nusantara – Wangsa Bharata
  41. WO Sekar Budaya Nusantara – Wisanggeni Takon Bapa
  42. WO Sekar Budaya Nusantara – Wisuda Satriatama

KETOPRAK JAWA